22 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sejarah di Indonesia, Korban Vaksin MR Terima Rp 500 Juta


Sejarah di Indonesia, Korban Vaksin MR Terima Rp 500 Juta
Kelarga Agustina Logo mendapat kompensasi Rp 500 juta lantaran anaknya wafat usai divaksin MR. (Teras)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Sejarah baru lahir di Indonesia terkait kompensasi yang diberikan pada orangtua korban vaksin atau Kejadian Ikutan Paska Imunisasi, KIPI. Biasanya korban KIPI tak pernah diakui meski sudah banyak korban bergelimpangan.

Sebagai perbandingan, di luar negeri korban KIPI diakui, dibiayai dan diberi kompensasi miliaran per korban. Bahkan di Fhilipina hanya tiga korban KIPI, program dihentikan, vaksinnya ditarik dari edaran, produsen didenda, dan pihak kesehatan terkait dibawa ke meja hijau. Begitu pula di Jepang.  

Tapi kondisi itu tidak berlaku bagi Indonesia, meski dalam catatan media, sudah ratusan korban KIPI, puluhan meninggal dunia, tapi tidak pernah diakui sebagai korban cedera vaksin.

Baru kali ini sejarah lahir. Pemkab Jayawijaya Papua akhirnya memberikan kompensasi sebesar Rp 500 juta kepada pihak keluarga dari Agustina Logo, siswa SD yang pingsan lalu meninggal dunia usai disuntik vaksin MR di sekolahnya. Agustina Logo disuntik tanpa izin orangtua.

KLIK JUGA: Keluarga Ini Tuntut Rp 1 Miliar Atas Kematian Anaknya Usai Vaksin MR

Hal itu memicu amarah keluarga besar Agustina karena menyalahi UU. Mereka pun menuntut Rp 1 miliar dan 100 ekor babi. Jika tidak akan menyeret pihak Puskesmas dan Bupati ke meja hijau.

Namun akhirnya Wakil Bupati Jayawijaya, John R Banua, member kompensasi sebesar Rp 500 juta. Ia mengatakansebelumnya pihak keluarga meminta kompensasi sebesar Rp1 miliar ditambah 100 ekor ternak babi.

"Setelah kita negosiasi dan menjelaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan yang dilakukan hingga merengut nyawa anak tersebut, mereka sepakat untuk dibayar Rp 500 juta," katanya, baru-baru ini, dilansir Teras.

Pembayaran dilakukan sesuai petunjuk Bupati. Pemda setempat akhirnya membayar kompensasi Rp 500 juta hasil negoisasi dengan pihak keluarga.  Calon Bupati Jayawijaya yang tinggal menunggu waktu pelantikan itu menyampaikan pihak keluarga tidak keberatan dengan kompensasi sebesar itu.

Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, dokter Willy Mambieuw menyampaikan turut berduka atas meninggalnya Agustina Logo.

"Kami sambut baik pernyataan pihak keluarga yang menerima dan bersepakat menyelesaikan masalah ini bersama pemerintah," jelasnya.

KLIK JUGA: Video: Petaka Vaksin MR dalam Catatan Media

Reporter : Niken    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0