18 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ribuan Santri di Pondok Milik Abah Guru Sekumpul Tolak Vaksin MR


Ribuan Santri di Pondok Milik Abah Guru Sekumpul Tolak Vaksin MR
Ulama Besar Indonesia, KH Muhammad Zaini yang dikenal sebagai Abah Guru Sekumpul. (Sindo)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Ribuan santri Pesantren yang didirikan Guru Sekumpul Martapura, Kalsel, menolak vaksin MR. Alasannya lantaran kandungan vaksin dinilai haram dan saat ini tidak masuk dalam kondisi darurat.

Sebanyak 2.250 santri madrasah Darul Mafghfiroh Jalan Sekumpul Martapura tegas menolak vaksin itu. Tak hanya santri, seluruh orangtua santri di Pondok yang didirikan Guru Sekumpul itu juga menolak anaknya disuntik vaskin MR.

Selain Darul Maghfiroh, santri dan orangtua dari Madrasah Bangun Caya dan Pondok Pesantren Darussalam Martapura juga menolak pemberian vaksin MR.

Ketiga lembaga pendidikan Islam itu menolak dengan alasan keyakinan beragama. Kondisi saat ini pun dianggap tidak masuk dalam status darurat.

Guru Hamdani Muhdad, Pimpinan Madrasah Darul Maghfirah, pada Duta TV, mengatakan sebagai pimpinan tidak setuju pemberian vaksin MR karena ada zat haramnya.

KLIK JUGA: MUI Ingatkan Pelaksanaan Vaksin MR Jangan Dipaksa

“Kita kan sekolah agama, sertifikat halalnya harus ada. Apalagi vaksin ini juga bertentangn dengan masyarakat. Jadi lebih baik kami hindari,” ujar Hamdani, seperti ditayangkan Duta Tv, yang siarannya menjadi viral, Selasa, 4/9/2018. 

Segendang sepenarian. Guru Noval Badaruddin, Sekum Ponpes Martapura, juga tegas menolak vaksin yang mengandung unsur babi dan organ tubuh manusia. Meski MUI membolehkan, namun pihak Ponpes tidak menganggap kondisi sekarang darurat.

“Kami dari pihak pondok insya Allah tidak akan menerima vaksin tersebut. Karena sudah nyata fatwa MUI itu hukumnya haram karena terbuat dari babi. Adapun mengenai pendapat MUI yang akhirnya mubah karena darurat, menurut pendapat kami di kalangan pondok belum sampai kadar daruratnya. Oleh karena itu kami tetap mengharamkan,” tegas Guru Badaruddin.  

Dari tiga lembaga pendidikan Islam termasuk yang didirikan Guru Sekumpul, jika digabungkan seluruhnya maka ada 5.000 lebih santri usia divaksin yang menolak MR.

Terpisah, Fahmy, orangtua santri yang dihubungi KLIK, mengakui jika ia enggan memberi anaknya vaksin MR. Sebagai umat Muslim, lanjutnya, menjaga kehalalan adalah hal yang paling fundamental.

“Siapa yang mau memberikan barang yang sudah jelas dinyatakan najis dan haram menurut Ulama. Dan bagi saya, anak saya sehat. Tidak ada namanya darurat. Saya juga bingung kok bisa dianggap darurat, darurat apanya, padahal anak-anak sehat. Semua santri sehat,” ujarnya, Selasa, 4/9/2018 malam.

Ia bersyukur para santri yang didirikan Guru Sekumpul menolak vaksin. Hal ini, menurutnya Ulama masih menjaga umat. “Alhamdulillah ribuan anak diselamatkan dari barang haram karena masih ada Ulama yang menyelamatkan,” jelasnya. Penolakan dari Ponpes milik Abah Guru Sekumpul ini, dijadikan acuan banyak orangtua untuk menjaga anaknya dari barang haram.

KLIK JUGA: Instruksi Sweeping untuk Vaksin MR dari Walikota Rizal Resahkan Warga Balikpapan

Reporter : Agung    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0