18 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Petinggi Pengembang Rumah Murah Jokowi di Samarinda Ditahan


Petinggi Pengembang Rumah Murah Jokowi di Samarinda Ditahan
PT Tiga Kali Sembilan. (merdeka)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Program sejuta rumah murah Jokowi, yang dibangun PT TKS, di Palaran, Samarinda, menuai masalah.

Direktur Developer PT Tiga Kali Sembilan dilaporkan telah menipu dan merugikan konsumen. Polisi pun menetapkan sekaligus menahan tersangka petinggi pengembang itu yang bernama Masykur.

Proyek rumah murah itu sempat menuai kecurigaan konsumen sejak Oktober 2017. Warga menilai proyek ini bakal bermasalah. Mereka sempat konsultasi ke kepolisian untuk membawanya ke ranah hukum.

Kecurigaan konsumen bukan tanpa alasan. Sebab, konsumen telah menyetor uang untuk program rumah murah itu sejak tahun 2015. Besaran DP  atau uang muka, bervariasi. Konsumen telah dijanjikan menerima kunci dalam setahun setelah pelunasan DP.

Namun janji hanyalah janji. Kunci rumah berikut fisik bangunan tak kunjung diterima sebagian besar konsumen hingga tiga tahun setelahnya. Konsumen gerah, akhirnya melaporkan Dirut Masykur, ke polisi.

"Benar. Kami amankan, kita tetapkan tersangka. Ditahan mulai hari ini," ujar Kasatreskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, Selasa, 4/9/2018. Sudarsono membenarkan tersangka ditahan ihwal kasus proyek perumahan rumah murah, berlokasi di Palaran.

"Benar, kasus perumahan itu mas. Masykur dilaporkan konsumen," tuturnya. Penahanan Masykur, setelah penyidik menjeratnya dengan pasal berlapis. Dari pasal penipuan, peraturan pembangunan perumahan, hingga perlindungan konsumen. "Ditahan di Polres," terang Sudarsono.

Dikutip dari merdeka.com, seorang konsumen PT Tiga Kali Sembilan, Muhammad Amin (40), mengaku sudah menyetor DP Rp 6,7 juta, untuk rumah tipe 36 seharga Rp 150 juta. Namun, keinginannya memiliki rumah sendiri akhirnya kandas.

"Bagus lah (ditahan), biar ada efek jera dan pengembang perumahan lain tidak melakukan yang sama seperti Masykur," ujar Amin.

Reporter : Merdeka    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0