22 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mulai 10 Oktober Belanja Online Rp 1 Juta dari Luar Negeri Kena Pajak


Mulai 10 Oktober Belanja Online Rp 1 Juta dari Luar Negeri Kena Pajak
Ilustrasi belanja online. (Kumparan)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai punya aturan baru buat importir. Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan aturan baru itu termaktub dalam PMK Nomor 112 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas PMK 182 Tahun 2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman.

Di aturan yang baru ini, batasan produk impor yang terbebas dari bea masuk dan pajak impor sebesar US$ 75 atau Rp 1 juta per bon atau invoice, angka tersebut menurun dari yang sebelumnya sebesar US$ 100.

Aturan ini diteken tanggal 6 September 2018, diundangkan tanggal 10 September 2018 dan berlaku efektif 30 hari sejak tanggal diundangkan.

Mulai 10 Oktober 2018, impor barang melalui e-Commerce dengan total nilai di atas US$ 75 dikenakan bea masuk 7,5%. Bea masuk berlaku flat alias sama untuk seluruh jenis barang.

Selain bea masuk, importir juga bakal dikenakan Pajak Pertambahan Nilai atas impor 10% berlaku flat, serta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) impor sebesar 10% untuk yang memiliki NPWP, dan 20% bagi yang tidak memiliki.

"Berapa tarif yang berlaku kalau impor di atas US$ 75? Tarif bea masuk 7,5% flat semua jenis barang, PPN 10% flat, PPh 10% kalau punya NPWP, kalau tidak tarifnya 20%," jelas Heru Pambudi dalam jumpa pers, Senin, 17/9/2018.

Ia memastikan aturan itu berlaku mulai Oktober 2018. Aturan ini memperketat aturan impor barang kiriman dari luar negeri.

Lantas, bagaimana jika misalnya satu orang impor tiga barang, masing-masing nilainya di bawah US$ 75, namun secara total lebih dari US$ 75?

Heru mengutarakan jika dua barang pertama nilainya maksimal US$ 75 maka barang ketiga yang kena bea masuk dan pajak impor. Sedangkan barang pertama dan kedua tidak dikenakan.

Heru memberi contoh, jika seseorang membeli barang online sehari tiga kali transaksi, pertama US$ 50, kedua US$ 20, ketiga US$ 40, maka yang US$ 50 tetap mendapat pembebasan bea masuk dan pajak impor, begitu pun yang US$ 20, karena jika ditotal baru mencapai US$ 70.

"Yang US$ 20 karena secara akumulatif masih di bawah US$ 75 juga dapat kebebasan. Tapi yang US$ 40 tidak dapat karena sudah melampaui US$ 75," jelasnya.

Dalam aturan lama, importir bisa mengimpor barang berkali-kali dalam sehari tanpa dikenakan bea masuk dan pajak impor, selama per transaksi tidak melebihi US$ 100. Hal itu karena tidak berlaku secara akumulatif.

Reporter : Niken/ Dtk    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0