23 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Haringga Tewas Dihantam Balok Sebesar Ini


Haringga Tewas Dihantam Balok Sebesar Ini
Balok besar ini dijadikan salah satu alat menghantam korban hingga tewas di tempat. (Dtk)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Bercak darah kering menempel di sepatu berwarna putih. Darah kering juga turut menempel di kayu balok berukuran jumbo. Benda-benda itu jadi saksi bisu tewasnya Haringga Sirla (23) suporter Persija Jakarta.

Menggunakan benda-benda itulah, sejumlah oknum Bobotoh Persib menganiaya secara sadis Haringga yang datang untuk menyaksikan laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (25/9) lalu.

Haringga terkapar tak bernyawa usai insiden sadis itu. Ia tewas seketika di lokasi. Peristiwa maut itu terekam melalui video yang direkam kamera ponsel penonton. Dalam video, sejumlah oknum Bobotoh beringas menganiaya korban.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana membenarkan korban dianiaya berkali-kali. Penganiayaan dilakukan menggunakan tangan kosong, kaki hingga benda-benda.

"Terhadap korban dilakukan penganiayaan berkali-kali dengan menggunakan alat yaitu balok, helm, kaca dan lain sebagainya. Dengan tangan dan kaki juga yang mengakibatkan korban pada saat itu meninggal dunia di TKP," ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana, Selasa, 25/9/2018.

Polisi segera bergerak memburu pelaku. Awalnya lima orang diamankan. Kasus berkembang hingga polisi mengamankan 16 orang. Dari ke-16 orang, delapan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

"Iya, sejauh ini masih delapan tersangka. Tim sedang bekerja untuk mencari pelaku lain," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema.

Kedelapan pelaku adalah Goni Abdulrahman (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Budiman (41), Cepi (20), Joko Susilo (32), SM (17) dan DFA (16). Mereka berperan dalam aksi pengeroyokan tersebut. 

Ibu korban, Mirah tak kuasa menahan kesedihan saat melihat video pengeroyokan menimpa anaknya tersebut.

"Seperti binatang. Anak saya diseret-seret, kepalanya dipukul berkali-kali sampai hancur. Saya tak terima, ya Allah," kata Mirah.

Mirah meminta para pelaku mendapat hukuman berat. "Harus diusut tuntas. Diberi hukuman yang setimpal. Kalau dikeroyok, terus hanya luka-luka saja mungkin bisa dimaafkan. Tapi ini sampai meninggal, ya Allah," ucap Mira.

KLIK juga mendapat kiriman video sadis itu. Dalam tayangan video, Hairangga yang sudah berlumur darah masih terus dipukul dengan balok, kayu dan benda keras lainnya. Ada pula yang menendang dan menginjaknya.

Reporter : Nina Karmila/ Dtk    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0