22 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pilot Batik Air Kisahkan Detik-detik Sebelum Tsunami Palu


Pilot Batik Air Kisahkan Detik-detik Sebelum Tsunami Palu
Batik Air. (Klik)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Pilot maskapai penerbangan Batik Air ID 6231, Kapten Ricosetta Mafella, menjadi penerbang pesawat terakhir yang lepas landas dari Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9) sebelum gempa dan tsunami.

Melalui akun instagram bernama icoze_ricochet, ia mengunggah video yang menunjukkan suasana air laut sebelum akhirnya menjadi tsunami. Video itu diambilnya dari ketinggian 1.500 kaki.

Dalam unggahan videonya, Ricosetta menceritakan detik-detik terakhir pesawat sebelum terbang ke udara. Pesawat tujuan Palu-Makassar seharusnya berangkat pukul 17.55 WIB.

Pada pukul 17.52 WIB, pintu pesawat ditutup. Sedangkan pukul 18.02, pesawat telah diperbolehkan lepas landas. Namun, Ricosetta meminta lepas landas lebih cepat 30 detik dari waktu yang ditentukan.

"Terimakasih Tuhan, di sana terdengar suara yang memberitahu saya untuk berangkat lebih awal. Saya bergegas proses boarding jika terlambat 30 detik saya tidak akan terbang," ucap Ricosetta di akun instagram.

Ia tak memungkiri jika saat lepas landas merasakan sesuatu yang aneh di landasan. Akhirnya, tepat setelah pesawatnya lepas landas, Ricosetta melihat menara Air Traffic Controller runtuh.

Ricosetta melalui akun instagram juga mengunggah foto seorang pria bernama Antonius Gunawan Agung. Pria itu petugas ATC yang berkomunikasi terakhir dengan Ricosetta.

Pilot Batik Air mengisahkan detik-detik sebelum take off. (IG)

Ia menyebut Antonius sebagai malaikat pelindung yang telah menyelamatkan nyawanya. Sebab Agung yang telah mengizinkannya untuk lepas landas lebih cepat. "Batik 6231 runway 33 clear untuk take off," ujar Ricosetta. Sepenggal kalimat itu disebutnya sebagai komunikasi terakhir antara keduanya.

"Terima kasih telah menjaga saya dan mengawal saya selamat hingga lepas landas," tuturnya.

Setelah itu, cerita Ricosette, ia melihat Agung melompat keluar dari menara tersebut. Kaki dan tangannya pun patah.

"Saya merasa terhormat untuk Antonius Gunawan Agung sebagai malaikat pelindung saya di Palu. Istirahatlah dengan damai, Tuhan besertamu," pesannya.

Gempa berkekuatan 6 skala Richter mengguncang Donggala pada 14.00 WIB. Gempa susulan yang lebih besar dengan kekuatan 7,4 SR kemudian mengguncang Donggala memicu tsunami di Palu.

BNPB mencatat hingga saat ini sudah ada 384 orang meninggal dunia di Palu. Untuk di Donggala, BNPB belum bisa memberi data termutakhir karena akses yang masih sulit.

Reporter : Deny Nuswantara/ Cni    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0