15 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Warga Balikpapan: Kami Diteror Psikologis, Vaksin MR Kok Berani Kalahkan Agama


Warga Balikpapan: Kami Diteror Psikologis, Vaksin MR Kok Berani Kalahkan Agama
Ilustrasi. (Gi)

KLIK BALIKPAPAN.CO - Orangtua di Balikpapan kembali diresahkan dengan pelaksanaan vaksin MR yang terus dipaksa.

Senin, 15/102018, di beberapa sekolah di Balikpapan kembali digencarkan tata laksana vaksin MR. Hal ini membuat masyarakat merasa aneh padahal vaksin itu banyak ditolak.

"Vaksin MR kok jadi mengalahkan agama. Dalam agama saja tidak ada paksaan, kenapa vaksin ini masih dipaksakan. Orangtua sudah menolak kenapa masih tetap dijalankan," sesal Wati, warga Gunung Samarinda.

Ia menjelaskan, bahkan para orang disodori surat penolakan vaksin bermaterai sampai tiga kali.

"Saya tanya ke sekolah surat dari siapa tidak tahu, tidak ada blankonya. Kami ngalah tetap teken. Tapi masih saja ada pelaksanaan MR di sekolah. Ini ada apa? Saya mau ada pihak yang bertanggung jawab terhadap hal ini. Kami dibuat teror secara psikologis," ujarnya.

Sejak pekan lalu, KLIK menerima keluhan warga Balikpapan dari beberapa wilayah. Para ibu yang menghubungi KLIK mendesak pihak terkait bertanggung jawab terhadap pelaksanaan vaksin MR yang justru meresahkan.

"Kalau memang vaksin baik, cara-caranya harus baik dong. Kami selalu vaksin tapi untuk vaksin MR ini ada yang sangat aneh pelaksanaan dipaksa-paksa, diminta bikin surat bermaterai. Kami bukan penjahat," sesal Susi warga Gunung Empat.

Ia heran kenapa Pemkot Balikpapan meneror warganya sendiri. "Kalau sudah tak mau, ya sudah. Toh kami juga selaku vaksin tapi untuk MR tidak mau karena mengandung babi. Apa kami harus melanggar agama?" sesalnya.

Menanggapi hal ini, Praktisi Hukum Kalim, Agus Amri, turut merasa heran dengan pelaksanaan vaksin MR di Balikpapan.

"Kok program pemerintah dikampanyeka pake acara ngancam segala yah," tanyanya. Ia mengingatkan tanggungjawab negara untuk menyelenggarakan Sistem Kesehatan bagi terjaminnya Pelayanan Kesehatan Publik
Masyarakat tidak boleh dipaksa dengan cara intimidatif agar ikut berperanserta dalam kegiatan itu.

Agus juga mengingatkan, hak setiap Warga Negara untuk mendapatkan perlindungan dari rasa takut. "Dalam konteks ini Negara melalui aparatur Kesehatan/Pendidikan telah menebar terror kepada rakyatnya sendiri demi alasan Program Vaksin tersebut," tegasnya.

Wasekjen MUI KH Tengku Zulkarnain juga menegaskan pelaksanaan vaksin MR tidak boleh dipaksa. "Silakan bagi yang mau, yang menolak juga tidak apa-apa. Jangan dipaksa, itu bisa dipidana," ingatnya.

Komisaris KPAI Siti Rukminah, yang dihubungi KLIK, juga mengingatkan agar pelaksanaan vaksin tidak dilakukan dengan cara pemaksaan.

"Hargai hak masyarakat. Sebaiknya program vaksin MR perlu dievaluasi," jelasnya. Ia juga menyoroti kasus korban vaksin yang ditutupi pemerintah.

Reporter : Agung    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0