15 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ini Bentuk Intimidasi dalam Pelaksanaan Vaksin MR di Balikpapan


Ini Bentuk Intimidasi dalam Pelaksanaan Vaksin MR di Balikpapan
Ilustrasi.

KLIKBALIKPAPAN.CO - Meski dalam rencana pelaksanaan Vaksin MR dilakukan dua bulan Agustus - September 2018, ternyata diperpanjang sampai bulan ini.

Bahkan dalam tata laksananya dilakukan dengan paksaan, ancaman dan intimidasi. Ini beberapa kasus intimidasi vaksin MR yang dikeluhkan warga Balikpapan.

Keluhan tentang intimidasi ini diperoleh dari investigasi KLIK di beberapa daerah di Balikpapan.

1. Sebelum keluar fatwa haram vaksin MR dari MUI, banyak beredar informasi pembohongan publik jika vaksin halal. Akibatnya banyak warga menyesal anaknya divaksin barang haram karena termakan penyesatan informasi.

2. Bagi yang menolak diminta surat penolakan sepihak bermaterai. Tapi pihak pelaksana tidak membuat surat jaminan keselamatan dan pertanggung jawaban bermaterai. Adanya surat penolakan ini dinilai melanggar UU Internasional, UUD 1945, UU terkait.

3. Warga yang sebelumnya rutin memvaksinasi anaknya, banyak menolak vaksin MR karena tata laksana yang buruk. Warga makin mengeluh karena telah disodori surat penolakan berkali-kali.

4. Surat penolakan tidak memiliki blanko yang jelas. Tidak diketahui sumber namun dibagikan ke orangtua yang menolak. Kepala Dinas Kesehatan Ballerina mengaku tidak pernah menyebarkan surat itu.

5. Di beberapa sekolah pihak guru menelpon ke wali murid untuk mempengaruhi orangtua yang menolak vaksin agar mengizinkan anaknya divaksin.

6. Surat pernyataan penolakan yang berisi ancaman berulang- kali disodorkan pada wali murid di Balikpapan.

7. Beberapa kasus ada anak yang sekonyong-konyong disuntik tanpa sepengetahuan orangtuanya. Ini jelas melanggar UU Internasional, UUD 1945 dan UU terkait.

8. Adanya vaksin di sekolah beberapa kali dianggap menganggu aktivitas terganggu.

9. Ada sekolah yang jika tidak mendukung pelaksanaan vaksin di sekolah, perizinan sekolah diancam dicabut.

10. Tenaga kesehatan tidak mengetahui secara detil kandungan vaksin MR sesuai insert package yang dikeluarkan SII selaku produsen vaksin MR. Ketidaktahuan mereka dinilai orangtua sebagai intimidasi, bagaimana mungkin tidak tahu kandungannya tapi ngotot menyuntik anak-anak Balikpapan. Seolah hanya sekadar mengejar target cakupan.

Wati, warga Gunung Samarinda, mengaku diteror dengan penyisiran surat penolakan berkali-kali.

"Jadi semenjak diberikan surat ancaman itu, secara psikologis mengganggu dan merugikan kami secara mental dan psikis. Kami shock sampai gak bisa tidur," kesalnya.

Ia meminta harus ada yang bertanggung jawab terhadap bentuk teror dan intimidasi ini.

Reporter : Dicky Sera    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0