15 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Produk Ini Ditarik karena Kandungan Babi, tapi Vaksin MR Malah Dipaksakan


Produk Ini Ditarik karena Kandungan Babi, tapi Vaksin MR Malah Dipaksakan
Obat kandung babi ditarik dari pasaran. (Net)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Sesuai UU Jaminan Produk Halal tahun 2014, setiap produk yang dijalankan pemerintah dan atau diperjual belikan di Indonesia wajib halal dan memiliki sertifikasi halal dari MUI.

Dalam catatan media, tahun ini ada sejumlah produk berupa obat dan makanan yang ditarik dari pasaran. Alasannya tidak memiliki sertifikasi halal dan justru terbukti mengandung babi.

Ajaibnya, meski sama-sama terbukti mengandung unsur babi, produk obat dan makanan ditarik dari pasaran. Tapi hal itu tidak berlaku bagi vaksin MR.

Padahal sesuai insert package atau kandungan isi di kemasan yang dikeluarkan produsen SII dan juga sesuai Fattwa MUI tahun 2018: vaksin MR terbukti haram lantaran mengandung unsur babi. Tapi vaksin MR masih dijalankan bahkan dipaksakan.

Sedangkan di awal tahun ini, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) beranibmengambil tindakan tegas soal beredarnya surat hasil pengujian sampel uji rujuk suplemen makanan Viostin DS dan Enzyplex.

Diputuskan, kedua jenis suplemen makanan untuk ditarik dari peredaran dan dihentikan produksinya.

BPOM membenarkan, produk yang diuji adalah Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dengan nomor izin edar SD051523771. Sedangkan untuk Enzyplex diproduksi Medifarma Laboratories dengan nomor DBL7214704016A1. Izin kedua produk sejak 2016 itu akhirnya dicabut.

"Badan POM RI telah menginstruksikan PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menghentikan produksi dan/atau distribusi produk dengan nomor bets tersebut," terang Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito, Rabu, 31/1/2018.

BPOM menyatakan, berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran dan pengujian terhadap sampel obat, ditemukan bahwa kedua produk terbukti positif mengandung DNA babi.

Menurut aturan Undang-undang RI Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal seharusnya pelaku usaha wajib mencantumkan keterangan tidak halal pada produk yang mengandung unsur haram menurut syariat.

PT Pharos Indonesia sudah berpuluh tahun berkecimpung dalam bisnis obat-obatan di Indonesia. Puluhan produk juga telah dikenal masyarakat seperti Thermolyte Plus, Albothyl Concentrate, Nourish Skin, Nourish Skin Ultimate, dan Omepros.

Meski sudah berpuluh tahun, tetap saja produk yang melanggar aturan ditarik dari pasaran. Tapi tidak berlaku bagi vaksin MR.

Jauh sebelumnya, pada Juni 2017, Badan POM juga menarik sejumlah produk mi instan asal Korea Selatan yang mengandung babi.

Produk tersebut di bawah nama dagang Samyang, yaitu mi instan U-Dong dan mi instan rasa Kimchi, kemudian di bawah nama dagang Nongshim, yaitu mi instan Shim Ramyun Black, dan nama dagang Ottogi, yaitu mi instan Yeul Ramen. Semua produk diimpor PT Koin Bumi.

Rasulullah juga mengingatkan: "Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan menurunkan obat dan menciptakan obat untuk setiap penyakit. Maka berobatlah dan jangan berobat dengan barang haram!” (HR.  Abu Dawud ).

“Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan kesembuhan kalian pada apa yang Dia haramkan atas kalian.” (HR. Bukhari).

Sebelumnya, warga Balikpapan merasa janggal dengan kebijakan vaksin massal yang digelar pemerintah.

Alasannya, ada standar ganda yang diterapkan dalam produk, obat dan vaksin. Hal itu dipaparkan Windi Ratna, warga Klandasan Ulu, Balikpapan, Minggu, 14/10/2018.

Menurutnya, masyarakat sering heboh bila ada restoran atau outlet makanan terkenal yang tidak memiliki Sertifikasi Halal MUI.

"Dulu kan sering restoran tertentu gak punya sertifikat halal hebohnya bukan main. Sampai ada seruan boikot. Obat mengandung babi ditarik dari peredaran, giliran vaksin mengandung babi dipaksakan. Ada apa ini?" tanyanya.

Reporter : Dicky Sera    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0