15 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Rasul Larang Berobat dengan Barang Haram, Lirboyo: Babi Bisa Butakan Hati


Rasul Larang Berobat dengan Barang Haram, Lirboyo: Babi Bisa Butakan Hati
Rekomendasi Pesantren Lirboyo terhadap vaksin. (Ist)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Ketakutan umat Muslim terhadap kandungan haram vaksin MR masih menghantui warga Balikpapan. Terlebih pelaksanaan vaksin itu dipaksakan.

KLIK kerap menerima informasi keluhan dan ketakutan warga Balikpapan terhadap tata laksana vaksin MR.

Beberapa warga yang menolak vaksin MR didominasi mereka yang justru rutin melakukan vaksin bagi anaknya. "

"Tapi untuk vaksin MR saya tidak mau. Agama nomor satu bagi saya," ujar Hermawan, warga MT Haryono, Balikpapan Selatan, Minggu, 14/10/2018.

Ia mengaku sangat kecewa hari ini, Senin, di sekolah swasta tempat anaknya bersekolah masih dilakukan vaksin MR lanjutan bagi yang menolak.

"Saya sudah buat surat penolakan. Lalu kenapa masih ada lanjutan. Pemkot mau cekoki anak-anak kami dengan babi? Ini melanggar. Rasul sudah jelas melarang konsumsi unsur babi," tegasnya.

Padahal, sambung, vaksin itu hanya untuk pencegahan. Bukan obat. "Berobat haram saja dilarang agama apalagi hanya untuk pencegahan. Ini ada apa di balik vaksin MR yang dipaksa?"

Ia lantas mengutip beberapa dalil pelarangan mengkonsumsi babi. "Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan menurunkan obat dan menciptakan obat untuk setiap penyakit. Maka berobatlah dan jangan berobat dengan barang haram!” (HR. Abu Dawud ).

“Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan kesembuhan kalian pada apa yang Dia haramkan atas kalian.” (HR. Bukhari).

Menurutnya, harus ada yang bertanggung jawab terhadap pemaksaan ini. "Kemana fungsi DPRD? Tolong hargai warga yang menolak. Apalagi ini tentang hal utama dalam agama," tegasnya.

Ia minta tata laksana vaksin MR dikembalikan seperti dulu. Pelaksanaan diberikan bagi orangtua yang mau saja. "Hargai hak kami sebagai Muslim," ingatnya.

Sebelumnya KLIK juga menerima rilis dari Pesantren Lirboyo Jatim yang menjelaskan alasan penolakan vaksin MR.

Berikut ini Hasil Keputusan Bahtsul Masa’il Ke-II LBM P2L malam Selasa 20 Agustus 2018:

Menurut WHO, vaksin adalah preparat biologis yang meningkatkan imunitas terhadap penyakit tertentu. Dalam proses pembuatan vaksin, virus atau bakteri harus terjaga kualitasnya agar vaksin mempunyai potensi yang efektif dalam mencegah penyakit.

Sebagai produk biologis, proses pembuatan vaksin melibatkan komponen sel hidup, baik dari manusia atau hewan, untuk dapat mengembangbiakkan virus dan bakteri.

Secara umum proses produksi vaksin terdiri atas beberapa tahap berikut ini: (1) Persiapan seed (benih/bibit), (2) Kultivasi (penanaman pada hewan atau manusia), (3) Panen, (4) Inaktivasi, (5) Pemurnian, (6) Formulasi, (7) Pengisian dan pengemasan.

Materi yang digunakan sebagai bahan vaksin antara lain: enzim yang berasal dari babi, seline janin bayi, organ bagian tubuh seperti: paru-paru, kulit, otot, ginjal, hati, thyroid, thymus, dan hati yang diperoleh dari aborsi janin.

Terkait pandangan agama, menilai kalau tidak sakit kenapa diberikan imunisasi, kenapa dikatakan darurat.

Ditambah lagi ada kemungkinan program vaksin adalah konspirasi barat. Dimana hewan babi yang telah jelas keharamannya ternyata memiliki banyak sekali mamfaat.

Terhadap hal seperti ini, merupakan tanggung jawab umat islam untuk mampu mengeluarkan seorang pakar medis yang dapat memproduksi obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat termasuk vaksin.

Dalam syari’at Islam, menjaga kesehatan merupakan bagian dari hal dasar yang dianjurkan. Bahkan, tidak hanya dianjurkan tapi dibangunnya landasan hukum Islam menjaga jiwa.

Imunisasi dalam perspektif hukum Islam merupakan ikhtiar dalam menjaga kesehatan di dalam preventif. Namun, kenapa harus menggunakan vaksin yang mengandung enzim babi. kita bisa menerima pengobatan secara preventif, tetapi pengobatan dalam perspektif hukum Islam dilarang menggunakan enzim haram.

Dalam poin rekomendasi, ditekankan, "Dalam pandangan Islam Babi adalah binatang yang paling berat hukum kenajisannya bahkan para Ulama Suffi sepakat bahwa babi memiliki pengaruh besar membutakan hati, tertutupnya hati, sehingga sulit menerima nasihat, menjalankan kebajikan," demikian kutipan rekomendasi dari Lirboyo.

Reporter : Dicky Sera    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0