15 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Warga Geram, Hari Ini Pelajar Diarahkan ke Dome untuk Vaksin MR


Warga Geram, Hari Ini Pelajar Diarahkan ke Dome untuk Vaksin MR
Surat Walikota Rizal soal vaksin MR lanjutan. (Ist)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Warga Balikpapan merasa geram dengan undangan Walikota Rizal yang meminta sekolah dan pesantren diarahkan ke Dome untuk divaksin MR.

Andri, warga Karang Rejo Balikpapan Tengah mengaku marah dengan kebijakan tersebut. Ia mengaku belum mendapat informasi dari sekolah anaknya tentang arahan siswa ke Dome guna vaksin MR hari ini, Senin, 5/11/2018.

Saat ditunjukan surat Walikota yang ditujukan ke Kelapa Dinas Pendidikan Balikpapan, Andri terkejut.

"Saya tidak ada informasi dari sekolah. Tidak tahu. Ini kok jadi begini, semua tentang anak itu harus izin orangtua. Apalagi vaksin yang kontroversi," katanya, Minggu, 4/11/2018.

Ia mengaku sebelumnya juga keberatan dengan adanya surat penolakan. Andri pun mempertanyakan soal pelaksanaan vaksin MR yang awalnya Agustus - September. Lalu diperpanjang sampai akhir Oktober.

"Sekarang diperpanjang lagi. Malah anak-anak diarahkan ke Dome, orangtua belum tahu informasinya. Ini gila namanya. Darurat omong kosong. Ternyata hanya untuk kejar target. Walikota tak bisa melindungi HAM warganya yang Muslim. Pemimpin apa ini?" geramnya.

Ia pun merasa heran ternyata darurat yang digemborkan hanya kamuflase yang ujungnya untuk mengejar target.

"Hanya orang bodoh yang mau percaya teori herd immunity, kekebalan kelompok. Bagaimana bisa melindungi orang lain, faktanya banyak anak setelah divaksin malah sakit bahkan meninggal dunia. Apalagi vaksin MR, jelas haram. Jangan diakali lah yang haram. Jangan undang bencana alam," tegasnya.

Ia berencana akan menyambangi sekolahnya untuk melakukan protes atas rencana ini.

Kegeraman juga ditampakan dari wajah Farid. Warga Sepinggan Baru Balikpapan Selatan, mengaku kaget dengan rencana perpanjangan vaksin MR.

"Diperpanjang lagi? Sampai kapan? Astaghfirullah. Maunya apa sih? Saya cek beberapa rumah sakit, tidak ada pasien Rubella. Darurat jangan dibuat-buat," geramnya.

Ia makin terkejut saat ditunjukan surat yang meminta Dinas Pendidikan mengarahkan siswa dan santri ke Dome untuk vaksin MR.

"Allahu Akbar, pak Wali ingat akhirat. Haram tetaplah haram. Darurat tidak ada. Sekarang alasannya kejar target cakupan. Pak Wali tanggung jawabmu besar sekali di akhirat nanti," ingatnya.

Ia meminta pihak terkait untuk melakukan audit keuangan pelaksanaan vaksin MR. Farid menduga ada yang tidak beres dari kegiatan ini.

Menurutnya sejak zaman Orba sampai SBY, pelaksanaan vaksin biasa saja.

"Tidak ada itu target-target herd immunity. Itu cuma teori non Muslim. Bagi saya Muslim, lebih percaya takdir. Kurang ajar barang haram masih saja diakali, dipaksakan. Maunya apa?"

Ia melanjutkan, "Jangan berlindung di balik kesehatan. Penyakit belum tentu datang kok mencegahnya dengan cara maksa. Islam itu sudah lengkap. Banyak pengobatan lain, apalagi cuma campak. Dari zaman Mbah saya sudah biasa. Jangan ditakut-takuti," geramnya.

Farid heran baru di masa sekarang kegiatan vaksin dirasakan sangat meresahkan. "Bilangnya untuk kesehatan tapi cara-caranya menakutkan. Ini proyek siapa sebetulnya?"

Surat Walikota bernomor 005/ 0353/ DKK ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Balikpapan tertanggal 2 Nopember 2018.

Isinya: pelaksanaan imunisasi MR Terpadu dalam rangka mencapai Herd Immunity. Pelaksanaan digelar, Senin 5 Nopember 2018 di BSCC Dome.

Agenda imunisasi MR Terpadu untuk usia 9 bulan sampai 15 tahun. Untuk kategori:

Disdikbud: mengerahkan siswa Paud, TK, SD, SMP se-Kota Balikpapan.

Kemenag: mengerahkan siswa MI, MTS dan Pondok Pesantren se-Kota Balikpapan.

Camat/lurah: sasaran yang ada di Posyandu. Surat tersebut diteken Walikota Rizal Effendi.

Reporter : Agung    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0