15 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Warga Desak KPK Audit Anggaran, Tak Ikhlas Uang Pajak untuk Vaksin


Warga Desak KPK Audit Anggaran, Tak Ikhlas Uang Pajak untuk Vaksin
Surat Walikota terkait vaksin MR. (Ist)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Kontroversi vaksin MR di Balikpapan terus menimbulkan keresahan warga. Setelah diberikan surat penolakan vaksin sepihak, pelbagai keluhan tetap bermunculan.

Setelah resah dengan surat penolakan sepihak, pelaksanaan vaksin lanjutan, sekarang malah tetap diperpanjang. Kegeraman itu diutarakan Suparman, warga Margomulyo Balikpapan Barat, Minggu, 4/11/2018 malam.

Menurutnya pelaksanaan vaksin hanya akal-akalan segelintir pihak. "Dari awal sudah tidak becus. Haram lalu dibolehkan karena darurat, tapi daruratnya dibuat-buat. Sekarang diperpanjang lagi. Apa alasannya?" tanya Suparman.

Saat diberi tahu alasannya untuk memenuhi cakupan herd immunity, ia tertawa.

"Bahasanya jangan dianeh-anehkan Mas. Sejak saya kecil, baru dengar teori kekebalan komunitas. Bagi orang beragama bahaya kalau percaya teori itu. Yang melindungi kita itu Allah. Bukan orang lain, apalagi vaksin bahan kimia bahkan sudah difatwa haram," tegasnya.

Ia melanjutkan dengan rasa kesal. "Jangan mengada-ada Mas dengan herd immunity. Bilang saja mengejar target karena banyak yang menolak. Sebab warga sudah pintar tidak mau dengan yang haram dan vaksin MR ini banyak menelan korban."

Bahkan Suparman meminta KLIK untuk menelusuri anggaran vaksin MR.

"Coba media telusuri berapa dana untuk vaksin ini. Kami taat bayar pajak ini itu, susah payah cari uang. Semua harga naik. Tak ikhlas kami uang negara dan uang daerah untuk vaksin. Tidak ikhlas Mas. Tulis saja, kami tidak ikhlas dunia akhirat. Saya punya hak kan? Sudah bayar pajak tapi uangnya untuk hal yang kami tak suka. Dipaksa pula."

Menurutnya selama ini media tidak ada yang menelusuri anggaran vaksin MR. Ia pun menanyakan berapa ploting kegiatan ini.

"Kami yang nolak, diteror psikologis. Padahal kami yang bayar gaji mereka dari pajak. Media telusuri dong. KPK mohon periksa dana vaksin MR di Balikpapan. Kemarin bilangnya darurat. Darurat apanya, nyatanya kejar target. Pembohongan publik itu," katanya.

Ia meminta Pemkot tidak usah ngotot untuk memaksa mencapai target herd immunity. "Lindungilah warga sendiri, jangan malah mau mengikuti WHO tapi warganya resah," kesalnya.

Desakan audit juga pernah diminta Wasekjen MUI KH Tengku Zulkarnain. Ia meminta BPK dan KPK memeriksa anggaran vaksin MR yang penuh kontroversi.

"Saya minta BPK dan KPK untuk memeriksa anggaran vaksin MR sesegera mungkin," ujarnya.

Selain desakan audit, keresahan warga Balikpapan sebelumnya juga sering mencuat.

Seperti Heni, warga Telaga Sari Balikpapan Kota, yang juga mengaku resah dan merasa mendapat intimidasi. Alasannya ia menolak tegas anaknya divaksin MR.

"Tapi kami mendapat surat penolakan sepihak. Yang nolak membayar rugi jika ada wabah rubella. Ini apa namanya kalau bukan paksaan," keluhnya.

Bahkan, lanjutnya, meski terpaksa meneken surat itu ternyata sekolah anaknya tetap melanjutkan vaksin MR lanjutan.

"Kami kan sudah menolak, lalu kenapa masih ada vaksin lagi. Untuk apa surat itu?" ujarnya. Ia pun meminta agar pelaksanaan vaksin tidak lagi dilakukan di sekolah.

"Jangan hanya karena sekolah tempat berkumpulnya anak, lalu seenaknya vaksin di sana. Tidak ada hubungannya antara vaksin dan pendidikan," jelasnya.

Menurutnya meski hal ini sudah dilakukan berpuluh tahun, namun dengan adanya paksaan vaksin MR membuat warga semakin resah.

Serupa keluhan Dinda warga Kelurahan Damai Balikapapan. Ia merasa kesal dengan pelaksanaan vaksin yang dilakukan berulang-ulang.

"Coba apa hubungannya vaksin dengan pendidikan? Tidak ada. Yang ada hanya mengejar target cakupan. Kalau ngejar target, jangan korbankan kami yang menolak dong," sesalnya.

Ia meminta warga Balikpapan yang menolak vaksin untuk berani menyuarakan hak-haknya.

"Masih banyak jalan selain vaksin. Hormati kami yang memilih jalan di luar vaksin. Apalagi vaksin tak lepas dari kepentingan bisnis semata. Jadi sudahi sekolah dijadikan ajang vaksin kejar target," ujarnya.

Reporter : Agung    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0