15 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kasus RPU, AW Siap Buka-bukaan


Kasus RPU, AW Siap Buka-bukaan
Kuasa Hukum AW, Agus Amri. (Klik)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Kasus dugaan lahan korupsi Rumah Potong Unggas, menemukan titik baru. Kasus ini terjadi tahun 2015.

Dalam kasus itu, polisi telah menetapkan beberapa tersangka, salah satunya AW. Kini, AW bakal menjadi saksi pelapor atau Justice Collaborator. Ia siap buka-bukaan untuk memberi keterangan rinci tentang seluruh proses jalannya kasus tersebut.

Kuasa Hukum AW, Agus Amri, mengamini kliennya akan menjadi saksi pelapor. Surat pengajuan sebagai Justice Collaborator telah diajukan AW dengan stempel dan paraf staf Ditkrimsus Polda Kaltim, sejak akhir bulan lalu.

Agus memberi apresiasi kepada AW atas keberaniannya bersedia menjadi justice collaborator.

Atas keberanian AW, ia meminta dukungan kepada semua pihak, termasuk Polda Kaltim. "Semoga setelah AW mengungkapkan sejelas-jelasnya, akan ada data baru yang menjadi kunci terkuaknya kasus ini," tutur Agus, 6/11/2018.

Agus berujar, pihaknya tak mau berspekulasi tentang kasus RPU. Hal utama, lanjutnya, AW telah bersedia membuka semuanya.

"Nanti akan ketahuan siapa yang melakukan apa, dan mendapatkan apa. Ini kan masalahnya tindak pidana korupsi," jelas Agus.

Ia menerangkan, AW akan bertindak sebagai Justice Collaborator, yakni orang yang turut melalukan satu kejahatan, tapi bersedia mengungkapkan kejahatan seterang-terangnya.

Karena itu, ujar Agus, "Kita apresiasi tindakan beliau, karena ini kejahatan yang luar biasa dengan nilai yang sangat fantastis."

Agus melanjutkan, "Dalam kasus RPU ada kenaikan biaya yang kita sama-sama tahu bahwa di situ ada kejahatan. Kalau dilihat tidak mungkin AW melakukannya sendirian, karena ada mekanismenya," terang Agus.

Ia menekankan, kasus tindak pidana korupsi masuk dalam pasal pasal 2 dan 3 undang-undang Tipikor bukan pasal 5 atau pasal 12 undang-undang Tipikor karena 12 dan 13 adalah Gratifikasi.

Agus mengingatkan, polisi tidak perlu mencari siapa dapat berapa. "Kenapa? Sebab, sampai kapan pun tidak pernah selesai. Namun, seharusnya mencari siapa yang mengambil kebijakan saat dana itu di mark up mencapai Rp 12 miliar," jelasnya.

Keputusan AW yang bersedia menjadi JI ini, menurut Agus, bisa dijadikan pelajaran bagi masyarakat luas.

"Publik bisa belajar, bisa memantau kasus ini, mumpung AW mau menjadi Justice Collablrator. Tidakan AW kita suport, diharapkan AW dapat keringanan hukuman," tuturnya.

Hal itu mengacu pada peraturan undang-udangan yang memberikan keringanan hukuman bagi tersangka yang mau bekerja sama menggungkapkan kejahatan.

Surat pengajuan atas nama AW, dengan stempel dan paraf staf Ditkrimsus Polda Kaltim, telah lama dikirim tertanggal, 31/10/2018.

Dalam surat yang diperlihatkan pada KLIK, antara lain berisi:

"Saat ini saya berstatus sebagai tersangka. Dengan ini saya mengajukan permohonan sebagai saksi pelapor yang bekerjasama terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang pada pembebasan lahan Rumah Potong Unggas TA 2015..." Demikian kutipan surat yang dikirim AW ke Polda Kaltim.

 

Reporter : Nina Karmila    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0