15 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Di Brunei, LGBT Dihukum Mati


Di Brunei, LGBT Dihukum Mati
LGBT ditolak dimana-mana, ilustrasi. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Pemerintahan Brunei Darussalam telah lama menerapkan Hukuman Rajam bagi para kaum LGBT.

Hukuman ini juga diberlakukan untuk pelaku zina. Kebijakan itu telah dimulai sejak tahun 2014. Brunei telah mengganti Hukum Pidana Negara dengan menerapkan Hukum Syariah.

Seperti diberitakan Huffington Post, Kesultanan Brunei telah merevisi hukum pidana Negara dan menggantinya dengan Hukum Syariah. 

Dalam hukum baru, eksekusi mati dengan rajam akan diterapkan untuk para pelaku zina, hubungan di luar nikah, perkosaan, dan sodomi yang biasa dilakukan kaum gay.

Hukuman mati juga akan diberikan atas dakwaan penistaan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits, mengaku Nabi, dan pembunuhan. Revisi undang-undang ini telah diberlakukan sejak Selasa 22 April 2014 lalu.

Hukuman ini hanya akan diberlakukan untuk umat Islam di Negara tersebut, yang jumlahnya sepertiga dari populasi keseluruhan 420.000 orang.

“Ini karena kami butuh pada Allah yang Maha Kuasa, dengan segala Kemurahan-Nya, telah menciptakan hukum untuk kita, sehingga bisa menegakkan keadilan,” kata Bolkiah.

Selain rajam, pidana Syariah memuat hukuman potong tangan bagi pencuri. Namun untuk menerapkan hukum ini tidak semudah yang dibayangkan, ada aturan yang ketat.

Potong tangan hanya akan dijatuhkan bagi barang curian mencapai senilai atau lebih dari seperempat dinar atau sekitar 4,25 gram emas. Kurang dari itu adalah penjara.

Sedangkan hukum rajam hanya diberlakukan untuk pezina yang telah menikah, dengan dihadirkan empat orang saksi laki-laki yang melihat perzinahan itu dengan gamblang.

Untuk yang belum menikah akan dihukum cambuk 100 kali. Hukuman cambuk juga diberikan bagi pengonsumsi khamr atau minuman keras. 

Reporter : Dicky Sera    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0