16 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tahun Depan, Dana Penanganan Banjir Diploting Rp 120 Miliar


Tahun Depan, Dana Penanganan Banjir Diploting Rp 120 Miliar
Banjir menjadi momok menakutkan warga Balikpapan. (Klik)

KLIKBALIKPAPAN.CO – DPRD Balikpapan memploting dana penanganan banjir sekitar Rp 120 miliar dalam APBD tahun 2019. Keterangan itu diutarakan Ketua DPRD, Abdullloh.

Abdulloh memaparkan dana tersebut naik dibanding alokasi tahun ini. Dana yang dianggarkan tersebut termasuk dana yang bersumber dari sisa lebih pembiayaan anggaran atau Silpa 2018 akibat pembebasan lahan Sungai Ampal yang tidak rampung.

“Total keseluruhannya Rp 120 miliar termasuk silpa. Silpa positif kan masuk kembali dalam APBD 2019,” ujar Abdulloh. Ploting anggaran yang naik itu, lanjutnya, akan digunakan untuk pembebasan lahan, drainase, pembuatan jalan hingga pemeliharan bozem dan waduk di sejumlah wilayah.

“Kenaikan anggaran untuk mempercepat penanganan banjr. Pennggunaannya nanti terbagi di sektor-sektor yang memerlukan penanggulangan banjir, termasuk bozem, dan waduk,” ujarnya.

Abdulloh menekankan untuk penanganan banjir memang membutuhkan biaya yang besar. Paling dominan biata pembebasan lahan, seperti pembebasan dari Sugai Ampal sampai Balikpapan Super Blok yang menelan ratusan miliar.

“Pembebasan lahan di Sungai Ampal sampai tembus BSB anggarannya saja membutuhkan sekitar Rp 250 miliar. Itu kalau mau tuntas sampai ke BSB,” ujarnya.

Terkait silpa dari pembebasan lahan di Sungai Ampal, ujar Abdulloh, hal itu lantaran Organisasi Perangkat Daerah sangat berhati-hati untuk mengambil pelajaran dari kasus rumah potong unggas.

“Ini masalah klasik, masalah pembebasan lahan itu memang tidak mudah. Apalagi kita lagi di sorot penegak hukum terkait masalah pembebasan lahan. Semua dinas jadi ketakutan,” ujarnya.

Ia mengklaim pihaknya telah melaksanakan tugas dengan benar. “Sudah semual rel, aturan semua tapi di lapangan terjadi kesalahan yang mengakibatkan rentetannya kepada semua SKPD,” jelasnya.

Reporter : Maulana    Editor : Kahar



Comments

comments


Komentar: 0