23 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tsunami Selat Sunda Telan Korban 222 Orang Tewas dan 843 Luka


Tsunami Selat Sunda Telan Korban 222 Orang Tewas dan 843 Luka
Tsunami Selat Sunda. (Tem)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Indonesia kembali berduka. Musibah tsunami menerjang pesisir Banten bagian barat dan sebagian wilayah di Lampung Selatan.

Tsunami berasal dari perairan Selat Sunda yang diapit Pulau Jawa dan Sumatera. Peristiwa ini terjadi sangat cepat tanpa didahului gempa bumi.

Jumlah korban tewas tsunami di Selat Sunda dilaporkan terus bertambah. Terbaru, korban tewas diketahui menjadi 222 orang. 

"Jumlah korban dan kerusakan akibat tsunami yang menerjang wilayah pantai di Selat Sunda terus bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Minggu 23/12/2018, pukul 16.00 WIB, tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka, dan 28 orang hilang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya.

Sutopo menjelaskan, update terbaru sebanyak 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, serta 350 kapal dan perahu rusak. 

"Tidak ada korban warga negara asing. Semua warga Indonesia. Korban dan kerusakan ini meliputi di 4 kabupaten terdampak, yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, dan Tanggamus," ujar Sutopo. 

Menurutnya, jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah. Terutama karena belum semua lokasi bisa dijangkau dan didata. 

"Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi, belum semua puskesmas melaporkan korban dan belum semua lokasi dapat didata keseluruhan. Kondisi ini menyebabkan data akan berubah," jelas Sutopo. 

Berikut ini rincian lokasi penemuan korban tewas dan luka hingga hilang: 

1. Kabupaten Pandeglang
Sebanyak 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, 2 orang hilang. Kerusakan fisik meliputi 446 rumah rusak, 9 hotel rusak, 60 warung rusak, 350 unit kapal dan perahu rusak, serta 73 kendaraan rusak. Daerah yang terkena dampak berada di 10 kecamatan. Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung, dan Kampung Sambolo.

2. Kabupaten Serang
Sebanyak 11 orang meninggal dunia, 22 orang luka-luka, dan 26 orang hilang. Kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

3. Kabupaten Lampung Selatan
Tercatat 48 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka, dan 110 rumah rusak.

4. Kabupaten Tanggamus
Terdapat 1 orang meninggal dunia.

Grup Band Seventeen turut menjadi korban bencana tsunami di pesisir Selat Sunda, Sabtu (22/12) malam. Panggung pentas Seventeen hanya berjarak empat meter dari bibir Pantai Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. 

Sutopo menjelaskan saat itu Grup Band Seventeen sedang konser acara family gathering PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat. Saat manggung tiba-tiba tsunami menerjang.

"Jadi ada acara pada saat itu dari PLN. PLN sedang melakukan family gathering di Tanjung Lesung yang kemudian juga ada pentasnya Band Seventeen," jelas Sutopo.

Ia mengungkapkan, dalam acara ini panggung konser Band Seventeen hanya berjarak 3-4 meter dan posisinya membelakangi laut. Karenanya, mereka tidak mengetahui saat datang tsunami.

"Ya jaraknya panggung yang Seventeen, itu jaraknya hanya sekitar 3 sampai 4 meter dari laut. Memang panggungnya membelakangi pantai tanpa ada peringatan, tanpa ada tanda-tanda menerjang," paparnya.

Akibat peristiwa ini 157 pegawai PLN dilaporkan selamat yang sebagian mengalami luka-luka, 14 orang meninggal dunia, sementara 89 orang yang hadir di acara itu masih belum ditemukan.

Reporter : Nina Karmila/ Int    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0