19 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Breaking News Berita Rekomendasi

Organisasi Anti Islam Akan Iklankan Kartun Nabi Muhammad


Organisasi Anti Islam Akan Iklankan Kartun Nabi Muhammad
Salah satu iklan anti islam yang dipasang di bus umum Washington DC

KLIKBALIKPAPAN – Organisasi Anti Islam asal Amerika bernama American Freedom Defense Initiative (AFDI) berencana mengiklankan kartun Nabi Muhammad di Washington DC, Amerika Serikat. 

Seperti diberitakan RT.com, (28/5/2015), Presiden AFDI Pamella Geller mengatakan iklan tersebut bertujuan mempertahankan kebebasan berekspresi dan melawan intidimidasi berbau kekerasan di negeri paman sam itu.

AFDI adalah organisasi non pemerintah yang mengusung isu hak asasi manusia. Namun, organisasi non pemerintah, Southern Poverty Law Center dan Anti-Defamation League mensinyalir AFDI adalah kelompok yang membenci Islam.

Kartun Nabi Muhammad yang akan diiklankan adalah karya Bosch Fawstin, pemenang lomba kartun Nabi Muhammad yang sebelumnya dikonteskan dalam "Muhammad Art Exhibit and Contest di Texas awal bulan lalu. Seperti diketahui, kontes itu menuai penyerangan bersenjata oleh dua pria yang akhirnya tewas ditembak polisi setempat.  

Dalam kartun hitam putih itu digambarkan seorang pria brewok menggunakan sorban sedang menghunuskan pedang seraya berkata “You can’t draw me!” (kalian tidak bisa menggambar saya). Di bagian bawah kartun itu juga terdapat gambaran tangan memegang pensil dengan kutipan tulisan diatasnya tertulis “That’s why I draw you.” (Itulah kenapa saya menggambarmu).

Iklan kartun nabi tersebut rencana akan dipasang di sejumlah sarana transportasi publik di Washington DC seperti bus umum dengan rute antara lain, Foggy Bottom, Capitol Selatan, Bethesda, L'Enfant Plaza dan Shady Grove Metro. 

AFDI telah mengajukan proposal ijin pemasangan iklan kepada otoritas transportasi setempat Metro Transit Authority (MTA) Washington DC. Namun, MTA belum memberikan komentar resmi terkait pengajuan ijin pemasangan iklan.

(*)

Reporter : Sereal Ibrahim    Editor : Basir Daud



Comments

comments


Komentar: 0