23 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sembilan Ketua Parlemen Balikpapan, Zaman ke Zaman


Sembilan Ketua Parlemen Balikpapan, Zaman ke Zaman
Gedung DPRD Balikpapan masa ke masa. (Ist)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Dalam perjalanannya, Parlemen Balikpapan memiliki sejarah panjang. Pembentukan kota ini secara administratif terjadi 60 tahun yang lalu.

Tiga zaman dengan segala tantangan, kelemahan dan keberhasilannya mampu dilalui sampai hari ini, Kamis, 7/2/2019.

Yakni, masa Orde Baru, Reformasi sampai 21 tahun paskan Reformasi. Tiga zaman itu mengacu sejarah terbentuknya Balikpapan sesuai UU.

Mengacu UU 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-undang Darurat nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan, secara administratif terbentuklah Kota Balikpapan.

Kota ini ditetapkan sebagai salah satu daerah tingkat II di Provinsi Kalimantan Timur bersama dengan daerah tingkat II Kutai, Berau, Bulungan, Paser, dan Samarinda.

Sejak terbentuknya Kota balikpapan berdasarkan undang-undang tersebut, Kota Minyak ini telah dipimpin 10 wali kota dan 9 ketua DPRD.

Lantas, siapa saja sembilan Ketua Parlemen Balikpapan dari zaman ke zaman?

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengungkapnya. Ia mengingatkan kembali sejarah panjang nama-nama Ketua DPRD Balikpapan zaman ke zaman.

Hal itu disampaikan Rizal dalam rapat paripurna istimewa HUT Balikpapan, yang dihelat di Aula Pemkot, Kamis, 7/2/2019.

Inilah Ketua Parlemen Balikpapan, zaman ke zaman:

1. R. Soedjono (1961-1971).
2. H. Basri Mochtar (1971-1977).
3. Let Kol Inf TNI AD Drs H Mas’ud Imlan (1977-1982).
4. Kol Inf TNI AD H Zainal Abidin (1982-1992).
5. Kol Kav TNI AD H Hasan Karim (1997-1999).
6. Let Kol Inf TNI AD Drs Masri Sudhama (1981-1989).
7. Drs Miseri Pribadi (1999-2004).
8. Andi Buharnudin Solong (2004-2014).
9. Abdulloh, S.Sos (2014-sekarang).

 

Keterangan Foto:

- Gedung DPRD Balikpapan era 1980 an

- Gedung DPRD Balikpapan sekarang

- Design rencana gedung baru DPRD Balikpapan

Reporter : Devi Andriani    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0