23 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Dewan Saran Kriteria Penghargaan Perlu Libatkan Warga Balikpapan


Dewan Saran Kriteria Penghargaan Perlu Libatkan Warga Balikpapan
Anggota Parlemen Balikpapan, Syukri Wahid. (Klik)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Setiap tahun, Pemkot Balikpapan kerap memberi penghargaan pada sejumlah tokoh. Tak terkecuali di luar Balikpapan.

Namun, pada HUT Kota tahun ini pemberian penghargaan bagi pengusaha kakap di luar Balikpapan, mendapat protes dari warga.

Parlemen Balikpapan pun menyarankan agar di tahun berikutnya kriteria penghargaan perlu melibatkan warga. Sekaligus biarkan masyarakat yang memberi penilaian.

Usulan itu disampaikan Syukri Wahid, anggota Komisi III Balikpapan. Ia pun mengusulkan agar tahun depan pemberian penghargaan tidak tersentral pada Pemkot atau hanya dari panitia.

"Kalau usulan saya, sebelum dapat penghargaan diuji publik. Misalnya minta tanggapan publik lewat media. Lalu biarkan rakyat yang kemudian memberikan respon," saran Syukri.

Ia menekankan, "Kalau perlu kriteria yang buat panitia tapi nama dan poin masyarakat yang partisipasi," ujarnya.

Sebelumnya, warga Balikpapan memprotes penghargaan yang diberikan Pemkot bagi pengusaha kakap di luar kota ini. Kriteria penghargaan dipertanyakan.

Dari 10 tokoh, tiga di antara mereka dipertanyakan kontribusinya bagi kota ini.

Yakni Direktur Utama Wulandari Bangun Laksana Christopher Sumasto Tjia, Direktur PT Agung Podomoro Land Tbk Paul Christian Ariyanto, dan President Director PT Grand Balikpapan/Novotel Balikpapan Gafur Chalik.

Jamaluddin, warga Klandasan Ulu, mengaku heran dengan sosok yang diberi penghargaan.

"Kriterianya apa? Kenapa harus pengusaha besar dan dari luar Balikpapan? Kan banyak pengusaha di Balikpapan," tuturnya, 10/2/2019.

Ia menilai pemberian penghargaan itu sesuatu yang aneh. "Maksudnya apa Pemkot ngasih penghargaan ke pengusaha besar?" tanyanya.

Hal sama dilontarkan warga Telaga Sari, Heri Budi. Ia mengaku terkejut saat membaca berita ihwal penghargaan untuk pengusaha besar luar Balikpapan.

"Kenapa mereka? Kan di Balikpapan banyak perusahaan, banyak pengusaha," katanya.

Reporter : Dicky Sera    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0