23 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Siswa SMP Bully Guru, Akhirnya Nangis dan Minta Maaf


Siswa SMP Bully Guru, Akhirnya Nangis dan Minta Maaf
Siswa bully guru. (SS)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Sebuah video menampilkan seorang guru yang dibully atau mengalami perundungan dari muridnya, beredar luas di media sosial. Video itu diunggah akun Facebook milik Raditya Red Devilzt.

Belakangan diketahui, kasus persekusi guru oleh siswa tersebut terjadi di SMP PGRI Wringin Anom, Kabupaten Gresik. Kasus itu akhirnya sampai ke meja polisi.

Setelah viral, polisi memanggil siswa tersebut. Siswa bersangkutan pun akhirnya menangis dan minta maaf.

Permintaan maaf disaksikan orangtua siswa, Kapolres Gresik, Kapolsek Wringinanom, DPRD Gresik, Kepala Sekolah, pihak kementrian sosial dan guru yang menjadi korban pembullyan.

"Dengan ini saya minta maaf, sekali lagi saya minta maaf atas perbuatan yang saya lakukan pada guru saya Bapak Nur Khalim," tutur pelaku pembullyan di hadapan korban dan para saksi, Minggu, 10/2/2019. Permintaan maaf pelaku diinisasi kepolisian setempat.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, pada Minggu 10/2, mengakui siswa pelaku pembullyan telah memberi pernyataannya untuk tidak melakukan perbuatan serupa di kemudian hari.

"Polsek Wringin Anom juga memanggil korban, yakni guru honorer. Ia juga sudah memberi ketarangan," tuturnya.

Wahyu tidak menjelaskan detil awal terjadinya pembullyan itu. Namun, ia memastikan bahwa peristiwa tidak terpuji itu dilakukan oknum siswa SMP pada Minggu, 3 Februari lalu.

"Kejadiannya minggu lalu. Namun viral setelah videonya muncul di medsos," jelasnya. Video berdurasi 30 detik itu, memperlihatkan seorang guru di dalam kelas didorong seorang muridnya sembari memegang kepala sang guru.

Melihat aksi muridnya itu, guru tersebut tidak membalas dan hanya menatap sang murid yang melakukan perundungan tersebut.

Sedangkan, murid yang lain asyik merekam dan menertawakan. Tak hanya itu, murid yang tengah mengenakan seragam pramuka dan topi itu, juga merokok dan sesekali mengarahkan tangannya sembari mengepal ke arah sang guru.

Namun, hal itu tidak sampai mengenai badan guru tersebut. Peristiwa pembullyan siswa pada guru ini ikut memantik perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti memberi beberapa pandangannya.

Pertama, KPAI merasa prihatin atas sikap dan perilaku siswa tersebut. Sebab, telah mencerminkan sikap yang tidak santun dan tidak pantas dilakukan oleh seorang siswa.

"Terlebih, guru tersebut hanya menegur, bukan berteriak membentak dan memukul sang siswa," ujar Retno dalam keterangan tertulisnya.

Kedua, lanjut Retno, kemungkinan ada dua faktor yang menyebabkan kejadian tersebut, yaitu karakter siswa yang kurang terbina dengan baik di rumah maupun di sekolah dan rendahnya kemampuan guru mengelola pembelajaraan peserta didik.

"Biasanya sikap anak seperti itu, ada pengaruh kuat dari pola asuh di rumah," ingatnya. Bisa juga karena siswa sudah kecanduan game online yang mengandung unsur kekerasan misalnya, sehingga anak jadi tidak bisa membedakan antara perilaku di dunia maya dengan di dunia nyata.

"Terkait faktor pertama ini, dibutuhkan assessment psikologis terhadap ananda untuk mencari faktor penyebab yang bersangkutan berperilaku agresif seperti dalam video tersebut," sarannya.

Reporter : Nina Karmila/ Int    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0