21 Februari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Siswa Bully Guru, KPAI: Pengaruh Salah Asuh di Rumah


Siswa Bully Guru, KPAI: Pengaruh Salah Asuh di Rumah
Siswa bully guru. (SS)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Peristiwa pembullyan siswa SMP terhadap gurunya sendiri, memantik perhatian publik. Tak terkecuali pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengingatkan orangtua agar mampu memberi pendidikan adab di rumah.

Pembullyan, katanya, terjadi karena banyak faktor. Antara lain, bisa disebabkan pola salah asuh di rumah. "Biasanya sikap anak seperti itu, ada pengaruh kuat dari pola asuh di rumah," ingat Retno.

Terlebih dalam pembullyan itu, tampak seorang guru hanya menegur. "Bukan berteriak membentak dan memukul sang siswa," ujar Retno dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 10/2/2019.

KPAI akan berkoordinasi segera dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Gresik untuk pendampingan dan rehabilitasi psikologis terhadap guru dan siswa.

"Rehabilitasi terhadap siswa penting dilakukan agar siswa dapat belajar dari kesalahan dan mau memperbaiki diri," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video menampilkan seorang guru yang dibully atau mengalami perundungan dari muridnya, beredar luas di media sosial. Video itu diunggah akun Facebook milik Raditya Red Devilzt.

Belakangan diketahui, kasus persekusi guru oleh siswa tersebut terjadi di SMP PGRI Wringin Anom, Kabupaten Gresik. Kasus itu akhirnya sampai ke meja polisi.

Setelah viral, polisi memanggil siswa tersebut. Siswa bersangkutan pun akhirnya menangis dan minta maaf.

Permintaan maaf disaksikan orangtua siswa, Kapolres Gresik, Kapolsek Wringinanom, DPRD Gresik, Kepala Sekolah, pihak kementrian sosial dan guru yang menjadi korban pembullyan.

"Dengan ini saya minta maaf, sekali lagi saya minta maaf atas perbuatan yang saya lakukan pada guru saya Bapak Nur Khalim," tutur pelaku pembullyan di hadapan korban dan para saksi, Minggu, 10/2/2019.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, pada Minggu 10/2, mengakui siswa pelaku pembullyan telah memberi pernyataannya untuk tidak melakukan perbuatan serupa di kemudian hari.

"Polsek Wringin Anom juga memanggil korban, yakni guru honorer. Ia juga sudah memberi ketarangan," tuturnya.

Reporter : Nina Karmila/ Int    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0