21 Februari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bila Diulangi, Siswa Bully Guru Bisa Dijerat Hukum


Bila Diulangi, Siswa Bully Guru Bisa Dijerat Hukum
Surat Pernyataan pelaku pembullyan. (dok)

KLIKBALIKPAPAN.CO - AA (15), Siswa kelas IX SMP PGRI Wringin Anom, Kabupaten Gresik, meminta maaf pada guru yang dibullynya.

Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari. Bila diulang, AA bisa dituntut jeratan hukum.

Hal itu sesuai surat pernyataan yang ditulis dan ditekennya di hadapan polisi dan para saksi, Minggu, 10/2/2019.

AA dan gurunya Nur Khalim, telah melakukan mediasi dan penanda tanganan nota kesepahaman atas peristiwa pembullyan yang terjadi.

Dalam Surat Pernyataan itu, AA selaku Pihak I berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Tidak pula mengancam atau menyimpan dendam pada gurunya selaku Pihak II.

"Dan apabila Pihak I mengingkari janji tersebut bersedia dituntut sesuai prosedur hukum yang berlaku," demikian bunyi kutipan Surat Pernyataan itu.

Sejumlah pihak pun memberi apresiasi yang tinggi kepada Nur Khalim. Guru honorer itu dinilai sabar dan tidak terpancing emosi dalam menyikapi pembullyan yang diterimanya.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengingatkan orangtua agar mampu memberi pendidikan adab di rumah.

Pembullyan, katanya, terjadi karena banyak faktor. Antara lain, bisa disebabkan pola salah asuh di rumah. "Biasanya sikap anak seperti itu, ada pengaruh kuat dari pola asuh di rumah," ingat Retno.

KPAI akan berkoordinasi segera dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Gresik untuk pendampingan dan rehabilitasi psikologis terhadap guru dan siswa.

"Rehabilitasi terhadap siswa penting dilakukan agar siswa dapat belajar dari kesalahan dan mau memperbaiki diri," jelasnya.

Reporter : Nina Karmila/ Int    Editor : Niken Farmila



Comments

comments


Komentar: 0