26 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Lebih 10 Pengacara LKBH Uniba Siap Bantu Aktivis Cipayung Balikpapan


Lebih 10 Pengacara LKBH Uniba Siap Bantu Aktivis Cipayung Balikpapan
Sekretaris LKBH Uniba, Yotam Wijaya. (dok)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Terkait adanya laporan polisi oleh supir truck terhadap aktivis kelompok Cipayung (HMI, GMNI, PMII dan GMKI) yang melakukan aksi demo, Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum Universitas Balikpapan akan menyiapkan lebih dari 10 pengacara.

Hal itu jika memang ada pemeriksaan terhadap mahasiswa tersebut. Demikian disampaikan Sekretaris LKBH Uniba, Yotam Wijaya, dalam rilisnya, Rabu, 13/2/2019.

Yotam memaparkan, bantuan hukum yang diberikan kepada mahasiswa dilakukan sebagai bentuk pemenuhan hak konstitusional warga negara yang berhak memperoleh bantuan hukum ketika menghadapi persoalan hukum.

"Selain memberikan bantuan hukum kepada mahasiswa, LKBH Uniba juga berharap agar proses pengusutan internal dapat dilakukan Propam Polda Kaltim," tegasnya.

Hal tersebut untuk mengukur sejauh mana ketaatan prosedur aparat di lapangan dalam mengawal aksi demonstrasi mahasiswa.

"Jika ternyata ditemukan ada tindakan yang tidak sesuai prosedur tentunya Propam Polda Kaltim juga dapat mengambil tindakan tegas terhadap oknum anggota kepolisian itu," ujar Yotam.

Apalagi, sambungnya, dalam tragedi itu banyak menimbukkan korban jiwa dari mahasiswa.

Ia mengingatkan, Balikpapan sebagai salah satu kota maju di Indonesia, tidak terpisahkan dari hal-hal yang memang menjadi bagian dari konsekuensi demokrasi yang salah satunya penyampaian pendapat di muka umum.

Ia mengingatkan pula agar ke depan, "Penyampaian pendapat di muka umum harus dilakukan secara damai dan tertib. Baik oleh yang menyampaikan maupun aparat yang bertugas menjaganya agar tidak terjadi kembali kerusuhan dan korban jiwa."

Aparat kepolisian harus selelu menjunjung tinggi motonya yakni mengayomi dan melindungi masyarakat, pesan Yotam.

Ketua Umum HMI Balikpapan, Rizqi Usman, yang menjadi salah satu korban pemukulan, menyampaikan rencananya untuk menuntut pihak terkait.

Pihaknya juga bakal menggalang aksis massa lanjutan. "Kami akan menuntut hukum dan melakukan aksi lanjutan dengan massa yang lebih banyak," ujarnya.

Reporter : Rahadian Zulkarnain Fagi    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0