23 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Menhan Ryamizard Ancam Tempeleng Kaum Takfiri


Menhan Ryamizard Ancam Tempeleng Kaum Takfiri
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengancam akan menempeleng orang yang mudah mengecap orang lain dengan istilah kafir atau takfiri.

Beberapa tahun belakangan makin banyak di Indonesia yang menuding pihak lain yang berbeda amaliah sebagai kafir, padahal sesama Muslim.

"Kemudian ribut-ribut masalah agama, kan ini sudah ada wadah juga, Ketuhanan Yang Maha Esa, karena kita bukan negara agama, bukan negara Islam. Kita Negara Kesatuan RI," tegas Ryamizard dalam sambutan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Bela Negara, Selasa, 5/3/2019.

Ryamizard menekankan Pancasila sebagai dasar negara yang mengayomi umat beragama. Setiap orang harus saling menghormati.

"Masuk neraka itu urusan Tuhan, enaknya kalau bilang kafir-kafir. Kalau ada yang bilang kafir, saya tempeleng. Pancasila itu persatuan Indonesia yang berperikemanusiaan," tuturnya.

Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga persatuan dan kesatuan. "Pancasila sama dengan ajaran Islam kok, silaturahmi, dengan silaturahmi itu kebersamaan. Yang tidak melaksanakan silaturahmi, kata Allah, tidak akan diberi rahmat dari Allah," ujar Ryamizard.

Karena itu pula, istilah kafir menjadi salah satu dari lima rekomendasi Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Ponpes Miftahul Huda Al Azhar, Banjar, Jawa Barat, Jumat (1/3).

Istilah 'kafir', menurut Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, tidak dikenal dalam sistem kewarganegaraan pada suatu negara dan bangsa. 

Maka setiap warga negara memiliki hak yang sama di mata konstitusi. Maka yang ada adalah nonmuslim, bukan kafir.

Said Aqil mengisahkan istilah kafir berlaku ketika Nabi Muhammad SAW di Mekah untuk menyebut orang yang menyembah berhala serta tidak memiliki kitab suci dan agama yang benar.

"Tapi, ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, tidak ada istilah 'kafir' bagi warga Madinah. Ada tiga suku nonmuslim di Madinah, di sana disebut nonmuslim, tidak disebut kafir," papar Said Aqil. 

Kaum takfiri atau pihak yang mudah menuding kafir pada sesama Muslim yang beda amaliah telah menjadi kekhawatiran banyak pihak. Hal tersebut bisa menimbulkan gesekan antar golongan.

Reporter : Deni Nuswantara/ Dtk    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0