26 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kecewa Harga Jatuh, Ratusan Ayam Dilepas Depan Istana


Kecewa Harga Jatuh, Ratusan Ayam Dilepas Depan Istana
Ratusan ayam dilepas di Istana. (Pkt)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Ratusan ayam sengaja dilepaskan di depan Istana Presiden di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa 5/3/2019 siang.

Para peternak hewan unggas itu melepaskan ayamnya lantaran merasa kecewa dengan harga ayam di pasaran yang merosot jauh.

Aksi ini cukup menarik perhatian. Banyaknya ayam boiler menjadi bahan rebutan para PPSU atau pasukan orange dan pegawai dinas Tata air. Bahkan Pamdal Monas juga ikut menangkap ayam boiler yang di lepas di depan Kantor Jokowi.

Undang-undang Peternakan yang terbukti memarginalkan peternak unggas rakyat di Indonesia, dinilai sebagai salah satu biang keladi anjloknya harga ayam.

Mereka mendesakkan pemerintah mengeluarkan Perppu untuk menggantikan Undang Undang Peternakan.

"Silahkan bapak-bapak ambil ayam ini. Kita urus dengan baik-baik, lihat ayam nya sehat-sehat, tapi kenapa harga jualnya sangat murah," teriak salah satu peternak di depan Istana.

Dari aksinya, para paternal dari pelbagai organisasi ini meminta pemerintah agar lebih memperhartikan serta memberikan perlindungan usaha bagi para peternak unggas rakyat mandiri sehingga tidak mengalami kerugian parah seperti saat ini.

Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia atau Pinsar Indonesia mencatat sejak 2016-2018 harga jual ayam rata-rata lebih rendah dari harga pokok produksi. Terbaru pada Januari-Februari 2019, harga rata-rata Rp 18.111 sedangkan harga pokok produksi Rp 19.884 per kilogram.

Bahkan, Pinsar, PPUN dan Gopan menilai ada upaya sistematis yang berujung marginalisasi Peternak Unggas Rakyat Mandiri. Dalam aksinya, mereka memprotes Menteri Pertanian yang gagal memberi keadilan dan perlindungan.

Di kesempatan sama, Yeka Hendra Fatika dari Pataka, mengatakan, sejak Oktober 2018 hingga saat ini, harga ayam hidup terus mengalami penurunan.

Berdasarkan catatan pantauan harga oleh Pinsar, harga rata rata ayam hidup pada bulan Oktober 2018 rata rata sebesar Rp19.000,24 per kg dan terus menurun hingga di bulan Februari 2019 harga ayam hidup rata rata mencapai Rp17.373,02.

"Dengan demikian, terjadi penurunan harga ayam hidup rata rata setiap bulan 8.6%. Kondisi ini jelas merugikan Peternak Unggas Rakyat Mandiri,” katanya.

Menurutnya, selama 6 bulan ini sejak Oktober 2018-Maret 2019, rata rata Peternak Unggas Rakyat Mandiri mengalami kerugian sebesar Rp 3.000 per Kilogram ayam hidup.

"Dalam tiap minggu diperkirakan terdapat 18 juta ekor ayam hidup yang dihasilkan peternak mandiri, dengan asumsi tingkat kematian sebesar 5 persen yang rata-rata bobotnya 1.6 kg per ekor," jelasnya.

Selama 6 bulan terdapat 26 minggu siklus produksi. "Maka kerugian yang dialami peternak unggas rakyat mandiri selama 6 bulan terakhir, mencapai Rp 2 triliun," sesalnya.

Kerugian itu juga menyebabkan berkurangnya jumlah petani unggas rakyat mandiri. Jumlah mereka semakin berkurang tiap tahunnya.

Sebagai contoh pada tahun 2014, jumlah peternak unggas rakyat mandiri yang tergabung dalam asosiasi PPUN Bogor berjumlah 135 orang, saat ini tinggal berjumlah 27 orang.

Reporter : Nina Karmila/ Jpn    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0