23 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Disiarkan via Facebook, Penembakan Brutal di Masjid Tewaskan 40 Jamaah


Disiarkan via Facebook, Penembakan Brutal di Masjid Tewaskan 40 Jamaah
Brenton Tarrant menyiarkan langsung pembantaian puluhan orang. (Dailymail)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Aksi penembakan brutal terjadi di dua masjid, yang menewaskan 40 jamaah dan melukai sedikitnya 20 orang. Aksi itu dilakukan saat jamaah sedang melaksanakan shalat Jumat, 15/3/2019.

Dalam melakukan aksi biadabnya itu, pelaku melakukan siaran langsung lewat live streaming Facebook. Dalam tayangan video yang dilihat KLIK, Jumat, pelaku sambil bersuil-suil memasuki pelataran masjid.

Dengan santai, ia memberondong peluru ke dalam masjid. Pelaku menggunakan seragam layaknya militer dengan helm dan membawa senjata laras panjang.

Siapapun yang ditemuinya ditembak hingga tersungkur. Bahkan ada seorang jamaah yang ditembak dengan jarak sangat dekat. Peristiwa itu terjadi di wilayah Christchurch, Selandia Baru.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengkonfirmasi sekitar 40 orang meninggal dalam insiden penembakan dua masjid di Kota Christchurch.

Sepuluh orang tewas di Masjid Linwood dan 30 lainnya di Masjid Al Noor di Deans Ave.

Penembakan terjadi sekitar pukul 13.40 waktu setempat. Saat itu, dua masjid tersebut sedang menggelar shalat Jumat. 

Dilansir New Zealand Herald, PM Selandi Baru, Ardern mengatakan situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ia juga menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan teroris.

Jacinda menduga serangan tersebut sudah dipersiapkan sebelumnya. Tingkat Keamanan Nasional pun dinaikkan pada level tertinggi.

Departemen Pertahanan mengerahkan lebih banyak polisi ke Christchurch. Empat orang ditahan terkait insiden ini, tiga orang pria dan satu wanita.

Komisioner Polisi, Mike Bush, melaporkan para pelaku sempat melakukan perlawanan ketika ditangkap. Sejumlah IED yang tersemat di kendaraan telah dijinakkan oleh tim Departemen Pertahanan.

"Insiden ini membawa dampak yang signifikan. Sangat-sangat tragis. Ada banyak orang yang terpengaruh," papar Bush.

Tetapi, Bush mengatakan pihaknya belum mengantongi identitas para korban. Ia juga menyatakan tidak akan menganggap tidak ada lagi pelaku.

Secara terpisah, PM Australia, Scott Morrison mengkonfirmasi salah satu pelaku berkewarganegaraan Australia yang tinggal di Selandia Baru. Morrison mengaku terkejut begitu mendapat informasi mengenai serangan tersebut.

"Kami berdiri di sini dan sangat mengecam serangan yang terjadi hari ini oleh kelompok ekstremis, sayap kanan, dan teroris," ujar Morrison.

"Pelaku sudah merampas nyawa dalam serangan ganas, yang oleh banyak warga Selandia Baru disebut serangan pembantaian," kata dia.

Pelaku aksi penembakan di dua masjid Christchurch, Selandia Baru diduga terhubung dengan sebuah manifesto antiimigran dan anti-Muslim. Hal itu diketahui dari sebuah unggahan media sosial dari sebuah akun yang diyakini milik salah satu penyerang.

Sesaat sebelum serangan penembakan terjadi, akun tersebut mengunggah tautan ke sebuah manifesto 87 halaman yang dipenuhi dengan ide-ide anti-imigran, anti-Muslim dan penjelasan tentang sebuah serangan. Manifesto itu tidak ditandatangani.

Dikutip dari Dailymail, saksi mata menyebut mendengar 50 tembakan dari senjata pelaku termasuk senapan semi-otomatis di Masjid Al Noor di Christchurch di Pulau Selatan negara itu.

Pria bersenjata itu yang mengidentifikasi dirinya di Twitter sebagai Brenton Tarrant. Ia menyiarkan langsung penembakan massal di dalam Masjid Al Noor, yang terjadi sekitar pukul 1.30 siang waktu setempat, ketika salat Jumat sedang berlangsung.

Sebuah video yang ditemukan Daily Mail Australia menunjukkan pria itu menembakkan banyak tembakan ke puluhan orang ketika mereka mencoba melarikan diri. Seorang tersangka ditahan tetapi tidak jelas apakah itu penembaknya.

Orang yang dicurigai sebagai penembak memposting 'manifesto 87 halaman' ke Twitter sebelum pembunuhan, yang menggambarkan aksi mereka sebagai 'serangan teroris'.

Orang-orang juga dilaporkan ditembak di Masjid Linwood yang berada kawasan di dekatnya.

Ada juga laporan penembakan lain di luar Rumah Sakit Christchurch dan bahwa sebuah bom ditemukan di sebuah mobil tiga kilometer dari masjid.

Reporter : Nina Karmila/ Int    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0