26 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ayah dan Anak asal Indonesia jadi Korban Penembakan Selandia Baru


Ayah dan Anak asal Indonesia jadi Korban Penembakan Selandia Baru
Zulfirmansyah, korban penembakan teroris. (Ist)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Duta Besar RI di Wellington, Tantowi Yahya, menyatakan ada sekitar 344 WNI yang tinggal di Christchurch, Selandia Baru. Tantowi menyebut, umumnya mereka dalam keadaan shock usai penembakan terjadi. 

"Ada 344 WNI di Christchurch, sebanyak 144 orang adalah pelajar. KBRI melakukan telepon satu per satu WNI di Christchurtch untuk mengetahui kondisi mereka," jelas Tantowi, Jumat, 15/3/2019.

Tantowi menyatakan ada dua WNI turut menjadi korban luka dalam serangan itu. Mereka adalah ayah dan anak yang baru dua bulan tinggal di Selandia Baru. "Informasi terbaru, ada dua WNI yang menjadi korban," ujarnya, dikutip dari Detik, Jumat, 15/3/2019.

Ketua Sakato Art Community, Erizal Aas, mengamini salah satu temannya menjadi korban penembakan teroris yang menewaskan 40 jamaah. Korban yang dimaksud adalah Zulfirmansyah.

"Teman-teman sini dapat informasi dua WNI jadi korban penembakan di Selandia Baru dari akun medsos FB istrinya Zulfirmansyah. Setelah shalat Jumat itu, istri Zul share keadaan kalau ada penembakan dan suami serta anaknya jadi korban, mereka masih selamat," papar teman Zulfirmansyah, Erizal As.

Ia melanjutkan, "Lalu saya coba cari tahu di akun FB istrinya dan di kolom komentar ada saudara Zul meninggalkan nomor telepon. Saya hubungi ternyata sudah menghubungi istrinya Zul, info terakhir sekarang dirawat di rumah sakit dan sedang dioperasi," ujarnya.

"Dan dari info istrinya, istrinya dapat info dari pihak medis kalau Zul terkena tembakan di paru paru, anaknya terkena tembakan di kakinya," papar Erizal.

Erizal menambahkan, bahwa ia dan Zul sudah kenal sejak sekolah di SMSR Padang. Bahkan, Erizal menyebut bahwa hingga saat ini Zul masih tercatat sebagai anggota aktif di Sakato.

"Mas Zul anggota aktif, angkatan saya sejak dari SMSR padang, terus tahun 1997 kuliah di ISI Yogya dan tamat, kemudian menetap di Yogya. Selama ini Zul di Yogya kerap kumpul dengan komunitas Minang di Yogya sebagai pelukis, dan masih aktif sebagai pelukis," jelasnya.

Salah satu rekan Zul, Eko Nugroho juga membenarkan jika rekanya Zulfirmansyah menjadi korban penembakan.

Di laman sosial medianya, yang dilihat KLIK, Jumat malam, Eko menulis, "Doa untuk teman saya seangkatan di ISI Jogja 97’ Zulfirman Syah dan anaknya yang menjadi korban penembakan di New Zealand agar diberikan kesembuhan dan kesehatan untuk kembali berkarya.
Solidaritas bagi teman2 Sakato Art Community."

Dio Pamola, kurator dan teman Zulfirman Syah menyatakan bahwa Zulfirman dan putranya menjadi korban dari aksi brutal yang menewaskan 40 orang dan 48 orang lainnya mengalami luka-luka.

Menurutnya, Zulfirman dan istri serta anaknya telah dua bulan ini berada di Selandia Baru.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan ada enam warga negara Indonesia yang berada di lokasi saat penembakan terjadi di Masjid Al Noor di Christchurch, Wellington, Selandia Baru.

Hal itu disampaikan Retno setelah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru.

Menurut Retno, tiga dari WNI yang berada di lokasi sudah berhasil dihubungi oleh KBRI. Sementara tiga WNI lainnya masih terus dihubungi KBRI.

"Tiga warga Indonesia berhasil melarikan diri, sudah bisa melakukan kontak. Kita sedang mencari tiga warga Indonesia yang lainnya," ujar Retno.

Serangan bersenjata terjadi di Masjid Al Noor, yang terletak di Linwood, Christchurch. Kejadian ini berlangsung ketika lebih dari 500 orang sedang melaksanakan ibadah shalat Jumat.

Korban tewas dalam penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, bertambah menjadi 49 orang. Kepolisian Selandia Baru Mike Bush menyebut penembakan brutal itu direncanakan sangat matang.

Dilansir Al Jazeera, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengatakan situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ia juga menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan teroris.

Jacinda menduga serangan tersebut sudah dipersiapkan sebelumnya. "Tingkat Keamanan Nasional pun dinaikkan pada level tertinggi."

Reporter : Nina Karmila/ Int    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0