23 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

KPK: Kakanwil Kemenag Jatim Setor Rp 250 Juta ke Romy untuk Lobi Jabatan


KPK: Kakanwil Kemenag Jatim Setor Rp 250 Juta ke Romy untuk Lobi Jabatan
Ketum PPP Romy. (Tik)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Ketum PPP Romy, Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Kemenang Jawa Timur Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama.

Haris disebutkan pernah menyetor duit Rp 250 juta ke Rommy. "Pada 6 Februari 2019, HRS diduga mendatangi rumah RMY untuk menyerahkan uang Rp 250 juta terkait seleksi jabatan untuk HRS sesuai komitmen sebelumnya," terang Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Sabtu, 16/3/2019.

Uang itu, sambung Syarif, diduga bagian daeri proses pemberian pertama.

Ia mengatakan kasus ini bermula ketika Kementerian Agama Jatim membuka lelang pada jabatan pada tahun 2018.

"MFQ disebutkan mendaftar posisi untuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan HRS mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Wilayah Agama provinsi Jawa Timur," tuturnya.

Dalam kasus tersebut, MFQ dan HRS diduga menemui Romy dan pihak lain untuk mengurus proses lulus seleksi jabatan. Namun pada Februari 2019, HRS justru tak tercantum untuk diusulkan ke Menag.

"Pada sekitar pertengahan Februari 2019 pihak Kemenag menerima informasi nama HRS tidak termasuk 3 nama yang akan diusulkan ke Menteri Agama RI. Diduga terjadi kerjasama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS dalam proses seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama RI tersebut," jelas Syarif.

Maret 2019, Haris kemudian dilantik oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Setelah itu, Laode juga menyebut ada transaksi Rp 50 juta ke Romy. 

"Selanjutnya, pada 12 maret 2019, MFQ berkomunikasi HRS untuk dipertemukan dengan RMY. Tanggal 15 Maret 2019, MFQ, HRS, dan AHB bertemu dengan RMY untuk penyerahan uang Rp 50 juta terkait kepentingan seleksi jabatan MFQ," ujarnya.

Reporter : Nina Karmila    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0